Minggu , 28 Mei 2017 LPPM Nommensen dan Kemristekdikti Dorong Kesadaran Akan Paten | (19 Januari 2017) Nommensen Sosialisasikan UU Paten, Diseminiasi Paten, dan Drafting Paten | (19 Januari 2017) Sentra Kekayaan Intelektual Nommensen Sosialisasikan Kekayaan Intelektual di Pemko Gunungsitoli | (19 Januari 2017) jklsak kadsjfl | akjsdlfkasd akjsdflkajlsdkfjdklf (11 Mei 2017)
Kamis , 19 Januari 2017 | 15:06:06 Dilihat 70 Kali

Rendahnya kesadaran bangsa Indonesia atas penghargaan kepada hak kekayaan intelektual mendorong Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas HKBP Nommensen Medan (UHN) bekerjasama dengan Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melakukan pelatihan Pemanfaatan Hasil Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Kreativitas Mahasiswa   yang berpotensi paten selama tiga hari di Hotel Grand Angkasa Internasional dengan menghadirkan pembicara Dr. Sadjuga M,Sc, (direktur Pengelolaan KI), Prof. Suprapto (ITS), Ir. Razilu, M.Sc (Kemenkumham), Ir. Ahdiar Romadoni, MBA (ITB), Dadi Alamsiah (Kasubdit Valuasi dan Fasilitasi KI), Kamis,(18/08/2016). Pelatihan ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari Sumatera Utara dan luar Sumut seperti USU, Unsyah, Unri, Unika St. Thomas, UMN, USM-Indonesia, ITM, Polteknik LP3M Medan, Univ. Al Azhar, UMN, UNIMED, Politeknik Negeri Lhoksmawe, dan sebagainya.

Sebelum acara ini dimulai Rektor UHN Medan Dr. Ir. Sabam Malau dalam sambutannya mengatakan, inovasi yang dilakukan oleh Pendidikan Tinggi sudah saatnya dilindungi oleh UU menjadi hak kekayaan intelektual. Dengan demikian akan ada proteksi legal oleh UU. Ini sangat penting karena akan memicu para dosen untuk terus melakukan penelitian yang bisa diamnfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, dan juga pembangunan bangsa.

Saat ini hasil penelitian yang ada masih bersifat dokumen, kedepannya pendidikan tinggi harus terus bersinergi dengan pendidikan tinggi untuk pembangunan bangsa. Rektor UHN Medan menegaskan, UHN bahkan akan terus terlibat dalam pengembangan riset sehingga hasil riset ini bisa bermanfaat untuk bangsa. Rektor UHN pun menegaskan, sebagai contoh  banyak produk dari Sumut yang saatnya dilindungi sebagai produk Sumatera Utara dengan Hak perlindungan Kekayaan Intelektual, tegas Rektor. Kemudian Ketua LPPM UHN Prof. Dr. Monang Sitorus, M.Si juga mengiyakan apa yang dikatakan oleh Rektor dan akan terus mendorong semua dosen di lingkungan pendidikan tinggi untuk melakukan penelitian.    

Dr.  sebagai pembicara dalam paparannya mengatakan, perlindungan kepada Hak Kekayaan Intelektual sangatlah penting karena ini akan memproteksi hasil-hasil riset pendidikan tinggi. Secara gamblang, Dr. Sabartua mengatakan, Di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi saatnya dibentuk Direktorat Hak Kekayaan Intelektual Untuk melakukan perlindungan atas HKI. Dr. Sabartua mengatakan, hanya perguruan tinggilah yang bisa mendorong hak atas kekayaan intelektual. Di luar negeri, inovasi dan kreativitas datang dari pendidikan tinggi. Maka tanggung jawab pendidikan tinggi adalah melahirkan berbagai inovasi dan inilah hasil konstruksi Tridarma Pendidikan Tinggi yang sebenarnya.

Bahkan, Dr. Sabartua mengatakan, inovasi yang dihasilkan oleh pendidikan tinggi adalah, jurnal internasional, paten, dan teknologi tepat guna. Jika kita sudah memanfaatkan dan mengoptimalkan ketiga ini, maka bangsa kita bisa jadi bangsa yang besar. Saat ini China terus melakukan berbagai inovasi hebat melalui pemberdayaan penelitian dari pendidikan tinggi, tegas Kepala Bidang Masyarakat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ini.

Seminar ini diikuti oleh para dosen di lingkungan UHN dan dipandu oleh Moderator Drs. Samse Pandiangan, M.Sc, P.hD. Tujuan dan target dari seminar ini sebagaimana yang dikatakan oleh Ahli Hukum SENTRA HKI UHN Dr. Budiman NPD Sinaga, SH, MH adalah untuk menyadarkan semua insan akademisi di UHN betapa pentingnya kesadaran akan Hak Kekayaan Intelektual sebagai sesuatu yang sangat medesak. Disamping itu, mendorong semua dosen untuk melakukan penelitian yang bisa dipatenkan di kemudian hari. Semakin besar penghargaan kita kepada Hak Kekayaan Intelektual, maka semkain majulah sebuah bangsa. UHN akan terus mendorong penghargaan dan kesadaran akan HKI karena dari kampuslah inovasi datang, dan itu harus dilindungi untuk mendorong dan memotivasi pendidikan tinggi untuk terus berinovasi. 


Diberitakan oleh
Parulian Sirait
Pengelola Pusat Kekayaan Intelektual HKBP Nommensen